Desa Sugihwaras adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia. Desa ini memiliki sejarah yang panjang dan menarik, yang mencakup aspek sosial, budaya, dan sejarah.
Menurut sejarah, desa Sugihwaras awalnya dikenal dengan nama Desa Jomblang, yang berasal dari kata ‘jomblang’ yang berarti ‘lubang’ atau ‘goa’. Nama desa ini diberikan karena terdapat beberapa goa di sekitar desa. Namun, pada tahun 1930-an, desa Jomblang berganti nama menjadi desa Sugihwaras.
Desa Sugihwaras memiliki sejarah yang sangat penting dalam perkembangan Islam di Bojonegoro. Pada masa penyebaran agama Islam di Jawa Timur, salah satu tokoh penting yang berperan dalam menyebarkan agama Islam di Bojonegoro adalah seorang waliyullah yang bernama Syekh Maulana Malik Ibrahim. Beliau tiba di Jawa Timur pada abad ke-15, dan menyebarluaskan agama Islam di Bojonegoro dan sekitarnya. Di Desa Sugihwaras, terdapat makam Syekh Maulana Malik Ibrahim yang menjadi tempat ziarah bagi umat Islam di Bojonegoro dan sekitarnya.
Selain menjadi tempat ziarah, Desa Sugihwaras juga memiliki banyak bangunan sejarah yang masih lestari hingga saat ini. Salah satunya adalah Masjid Jami’ Nurul Huda yang dibangun pada tahun 1902. Masjid ini memiliki arsitektur yang khas dengan ornamen-ornamen yang indah dan memadukan antara gaya arsitektur Jawa dan Arab.
Di samping Masjid Jami’ Nurul Huda, di Desa Sugihwaras juga terdapat beberapa situs sejarah lainnya, seperti makam-makam tokoh penting lainnya, seperti Sunan Drajat dan Syekh Abdul Malik, serta makam-makam keluarga besar Desa Sugihwaras.
Desa Sugihwaras juga dikenal sebagai pusat kerajinan anyaman bambu yang terkenal di Bojonegoro dan sekitarnya. Kerajinan anyaman bambu yang dihasilkan oleh warga Desa Sugihwaras sangat berkualitas dan menjadi salah satu produk unggulan dari desa ini.
Dalam perkembangannya, Desa Sugihwaras terus mengalami kemajuan dan perubahan yang positif. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat terus berupaya untuk melestarikan sejarah dan budaya desa ini, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengembangkan wisata religi dan budaya di desa ini, seperti mengadakan acara ziarah dan festival anyaman bambu.
Dalam Desa Sugihwaras adalah sebuah desa yang memiliki sejarah yang panjang dan kaya akan budaya dan tradisi. Desa ini merupakan bagian dari sejarah Islam di Bojonegoro, dan memiliki banyak situs sejarah yang masih lestari hingga saat ini. Di samping itu, Desa
Rabu, 26 Juli 2023
Sejarah Desa Sugihwaras Bojonegoro
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
- Oktober 2023 (93)
- September 2023 (727)
- Agustus 2023 (744)
- Juli 2023 (656)