Mungkin pernah kita mendengar pepatah ‘Sekali berbohong akan terus berbohong’. Pepatah ini mempunyai makna yang dalam, bahwa seseorang yang sudah terbiasa berbohong, maka kecenderungan untuk terus berbohong akan semakin besar. Ternyata, ada ilmu psikologi yang menjelaskan fenomena ini.
Psikologi menyebut bahwa kebohongan adalah perilaku yang sulit dihilangkan. Hal ini disebabkan oleh mekanisme belajar yang terjadi di dalam diri seseorang. Ketika seseorang berhasil mengelabui orang lain dengan berbohong, otaknya akan merespons dengan melepaskan dopamin, yaitu zat kimia yang memicu perasaan senang dan bahagia. Hal ini membuat otak memori merekam pengalaman tersebut sebagai pengalaman yang menggembirakan, dan membuat seseorang merasa ‘pintar’ karena berhasil membohongi orang lain.
Efek positif ini membuat seseorang ingin mengulang kembali pengalaman yang sama. Ketika seseorang berhasil membohongi orang lain untuk yang kedua kalinya, otaknya melepaskan dopamin yang sama, membuatnya merasa bahagia dan senang lagi. Ini membuat seseorang ingin terus mengulanginya, hingga kebiasaan berbohong itu sulit untuk dihilangkan.
efek kebohongan juga terkait dengan identitas seseorang. Ketika seseorang sudah terbiasa berbohong, maka kebohongan itu akan menjadi bagian dari dirinya. Ia akan merasa bahwa ia harus terus berbohong untuk menjaga identitasnya sebagai seorang pembohong. Ia akan merasa malu atau kehilangan kepercayaan diri ketika ia terpaksa mengatakan yang sebenarnya.
Dalam konteks sosial, kebiasaan berbohong dapat merusak hubungan antara individu dengan orang lain. Kebiasaan berbohong membuat seseorang tidak dipercayai, dan akhirnya kepercayaan tersebut hilang. Ketika orang lain mengetahui bahwa seseorang sering berbohong, maka mereka akan cenderung menjauhinya.
Untuk menghindari efek buruk dari kebiasaan berbohong, seseorang harus berusaha untuk jujur dan berkata yang sebenarnya. Jika sudah terlanjur berbohong, segera akui kesalahan dan jangan terus memperpanjang kebohongan. Jika seseorang ingin memperbaiki diri dan menghilangkan kebiasaan buruk tersebut, ia harus berusaha untuk konsisten jujur dan menghindari kebohongan, meskipun terkadang sulit.
efek kebohongan memang dapat membuat seseorang terus berbohong. Melepaskan dopamin membuat otak memori merekam pengalaman tersebut sebagai pengalaman yang menggembirakan, dan membuat seseorang merasa ‘pintar’ karena berhasil membohongi orang lain. Efek kebohongan juga terkait dengan identitas seseorang. Ketika seseorang sudah terbiasa berbohong, maka kebohongan itu akan menjadi bagian dari dir
Kamis, 27 Juli 2023
Sekali Berbohong Akan Terus Berbohong
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
- Oktober 2023 (93)
- September 2023 (727)
- Agustus 2023 (744)
- Juli 2023 (656)